Tegalharjo.co.id - Teman-teman yang suka membaca, kadang kita bingun mencari bacaan berkualitass dan gratis, kali ini saya akan membagi e-book yang saya tulisa dan saya bagikan gratis.
E-book adalah buku yang berbentuk elektronik atau digital yang berisi informasi atau panduan, tutorial, novel, layaknya buku pada umumnya. eBook (electronic book) ini hanya bisa dibuka dan dibaca dengan menggunakan perangkat gadget seperti komputer, tablet, dan handphone pintar.
Semoga e-book yang saya tulisa ini bermanfaat walau bahasannya masih seputar tema-tema sederhana dan remeh temeh serta cetek ilmunya.
silahkan dipilih dan didownload sesuai selera dan passion teman-teman. Link download e book gratis bisa klik di sini
Tegalharjo.co.id -- Hari ini minggu 15 Juli 2018, bertepatan dengan tanggal 1 apit warna dukuh weron dan ketek putih menggelar hajatan sedekah bumi.
Kegiatan budaya yang juga dikenal dengan pesta panen atau bersih desa. Wujud syukur warga atas segala rejeki dan berkah dari Allah swt selama setahun terakhir.
1. Sedekah Sumur
Rangkaian acara dimulai sejak sabtu malam dengan nama sedekah sumur atau kondangan sumur. Warga pemilik dan pengguna sumur berkumpul dan membuat berkat (makanan, buah atau jajanan) dan didoakan oleh pak kiayai atau yang dituakan dilingkungan.
Sedekah sumur juga sebagai wujud rasa syukur atas sumber air yang terus mengalir selama setahun terakhir.
Hal paling seru bagi anak-anak dari sedekah sukur adalah saling beradu kenceng mengucapkan "amin..." tiap jeda kalimat doa. Nostalgia banget.
2. Jolen
Siang hari selepas dzuhur, sebelum acara ini berupa wayang kulit di gelar di punden. Warna kembali berkumpul tiap RT, membawa berkat dan diamasukan dalam semacam tandu berhias yang disebut jolen.
Jolen diarak menuju punden dengan diiringi alunan gamelan, pada beberapa tahun yang lalu berupa kesenian "encik" semacam silat. Namun hari ini spesial yaitu penampilan grup Tongthek.
Sesampai di punden setelah memutari pohon beringin besar beberapa kali para penonton baik warga asli maupun dari daerah lain saling berebut jolen baik berkat maupun hiasanya.
Selain dinikmati, ada kepercayaan bahwa hiasan dan berkat membawa berkah untuk tegal (ladang/kebun) dan lain-lain.
3. Wayang Kulit
Setelah seru-seruan mengarak jolen dan memperbutkanya. Saatnya warga duduk manis menikmati sajian hiburan wayang kulit.
Istimewa karena beberapa tahun terakhir ini wayang kulit dibawakan oleh dalang cilik asli weron Ki DhanangWahyu Prasetya yang merupakan putra pertama dari pasangan kang Wasikun dan mbak Puji.
Usianya yang baru 13 tahun dan baru saja naik kelas IX SMP membuat ki Danang dinantikan penampilanya, baik oleh masyarakat weron dan kethekputih maupun daerah lain.
4. Kethoprak
Malam harinya, warga kembali dihibur dengan pagelaran kethoprak. dan di hari rabunya ada kethoprak juga di daerah weron. Wah mantab.
5. Weron-Tekputih Bersholawat
Rangkaian acara diakhiri dengan Sholawat bersama Habib Muhammad Syafii Al-Aydrus dari Solo. yang dilaksanakan Kamis 18 Juli 2018.
Sedekah bumi yang setahun sekali menjadi budaya yang wajib dilestarikan di era yang serba modern. Juga senantiasa dinanti oleh warga sebagai hiburan dan nostalgia bagi kami yang beranjak dewasa.
Tegalharjo.co.id - Akhir bulan kemarin saya pulang kampung setelah hampir sebulan lamanya tidak bersua dengan simbok tercinta.
Banyak kabar, baik yang bahagia maupun yang duka, nikahan kang gareng, hingga kecelakaan yang menimpa pak bayan. Yang sedang dalam kebahagiaan semoga berkah dan yang dalam cobaan semoga dimudahkan.. amin.
Ada kabar menarik, bahwa akhir tahun ini Desa Tegalharjo kelahiranku akan menggelar Pilkades, hajatan 5 tahun sekali yang menurut pengalaman lebih rame dari pada pilihan bupati, gubernur apalagi pemilu dan pilres.
Kalau dari angka partisipasi mungkin bisa mencapai 99%. Apalagi jika calon yang berkompetisi pebih dari satu seperi 5 tahun yang lalu.
Selain angka partisipasi yang tinggi, pilkades biasanya juga lebih "panas" karena bersifat lokal.
Dari kabar burung, hampir bisa dipastikan kepala desa menjabat pak Ahmad Pandoyo akan maju sekali lagi dan masih berdasar kabr burubg akan ada kandidat lain yang maju memperebutkan hati masyarakat Tegalharjo tahun 2018 ini.
Secara pribadi saya mungkin kurang sopan jika membahas pilkades ini mengingat hampir sejak SMA jarang di rumah, hanya sesekali pulang dan dari sisi kontribusi untuk desa kelahiran tidak seberapa.
Tapi sebagai putra daerah yang lahir dan besar dengan segala kabaikan di Tegalharjo serta keinginan suatu saat bisa kembali ke Desa, tidak elok jika menutup mata dengan segala dinamika yang terjadi di desa kelahiran.
Saya secara pribadi ingin selalu update dengan segala dinamika di desa, dengan harapan jika ada hal baik ikut senang, jika ada hal kurang baik ikut mendoakan dan jika ada yang bisa dibantu dengan senang hati mencoba sebabaik mungkin memberi bantuan agar desa tercinta semakin lebih baik.
Saya pernah menulis konsep "Pulang Kampung" tentang peran warga perantauan dalam keikutsertaan mambangun desanya.
Pulang kampung bisa dimaknai secara harfiah pulang ke desa secara fisik, hidup dan membangun kampung halaman.
Atau yang ke dua, pulang kampung secara Ide Pemikiran dan sumbangsih dalam bentuk yang lain.
Tanpa mengurangi rasa hormat kepada keluarga dan tetangga di desaku yanng tercinta, tetapi selama merantau saya kadang menemukan hal-hal dalm bentuk ide, gagasan & jaringn baik, yang menurut saya bisa diapliaksikan untuk membangun desa.
Contoh kecil misalnya, ketika saya punya ide membuat kelompok belajar komputer di rumah agar para tetangga bisa ikut belajar komputer. (Masih terkendala daya listrik)
Yang lain misalnya, ketika ada teman yang menulis buku bagus untuk anak-anak saya coba beli untuk dihadiahkan ke guru TK.
Ketika teman-teman kantor ingin berbagi rejeki, saya usul untuk lansia dan janda yang membutuhkan di dukuh saya, dll.
Atau yang paling sederhana, sumbangaih materi untuk kegaiatan sosial, kegiatan yang bermanfaat dan pembangunan infrastruktur.
Intinya, kita yang diperantaun dan sahabat-sahabat yang kampung halaman mari Bersinergi, gotong royong bahu membahu membangun desa kita tercinta.
Sayang sekali jika, saat lahir dan besar di kampung halaman begitu dewasa dan sudah pandai serta sejahtera kemudian hilang begitu saja tak ada kontribusi bagi desa tercinta, bagaimana bisa maju dan berkembang jika situasinya seperi itu.
Ayo, Bali Ndeso nbangun Tegalharjo dengan hal kecil yang bisa kita berikan untuk desa kita tercinta.
Yang sedikit dan kecil itu jauh lebih baik jika dibandingkan tidak berbuat apa-apa.
Tegalharjo.co.id -- Lur sedulur, suatu daerah bisa dikenal karena tempat wisata, budaya dan kuliner atau makanan khasnya. Dan bicara makanan desa kita Tegalharjo juga punya yang khas banget dan sudah terkenal hingga daerah lain.
Nama makanan khas itu adalah Tape, makanan hasil fermentasi dari songkong atau ketela. rasanya khas manis dan kadang agak asem/kecut. Jaman kecilku, tiap pagi suka nungguin penjual Tape keliling yang biasanya ibu-ibu dengan digendong.
Dukuh Tegalombo menjadi sentra para pengrajin Tapi singkong ini, turun temurun hingga sekarang. Untuk kamu yang ingin menikmati sajian Tapi bisa juga dibuat wedang tape, campuran es buah, tapi goreng dll.
Manfaatnya juga banyak, ada yang bilang bisa mengobati jerawat, meningkatkan fungsi pencernaan, sumber probiotik dan baik untuk diet. Tapi secara ilmiah penulis belum menemukan hasil penelitianya.
Sebagai generasi muda yuk lestarikan resep kuliner asli desa kita, yang jago masak boleh nih berkreasi dengan bahan utama Tape, jangan lupahubungi penulis untuk icip-icip he he.
Sekilas info, Tape adalah produk yang dihasilkan dari proses fermentasi, di mana terjadi suatu perombakan bahan-bahan yang tidak sederhana. Tape ketan merupakan makanan fermentasi tradisional yang berbahan dasar beras ketan. Tape dapat dibuat dari beras, beras ketan, atau dari singkong (ketela pohon).
Tegalharjo.co.id -- Pati, Senin 20 November 2017 Loetju.com sebuah UMKM yang bergerak dalam jasa percetakan merchandise mengadakan pembagian bibit pohon gratis. kegiatan ini dilakukan di dukuh weron desa tegalharjo trangkil pati.
Nandar, ceo Loetju.com dalam keterangannya menyampaikan bahwa ini bagian dari program bakti lingkungan. "Plakat kayu sebagai salah satu produk andalan kami di bawah naungan Kayuloetju.com kan menggunakan bahan baku kayu, mengambil hasil dari alam, Sebagai tanggung jawab dan rasa syukur, kami mengadakan program pembagian bibit ini untuk ditanam".
Semua warga boleh mengambil bibit pohon secara gratis, syaratnya hanya wajib berkomitmen menanam dan merawat hingga besar dan siap dimanfaatkan lagi, entah dijual atau digunakan. Hasilnya? untuk yang merawat.
Ketika ditanya dari mana sumber dana kegaiatan ini? pria ini menjawab "sejak 2017 kami menyisihkan Rp 250 perak dari setiap plakat yang terjual. Sampai bulan november ini hasilnya kami belikan bibit pohon".
Bibit pohon yang dipilih adalah Sengon, alasannya mengingat dana yang masih terbatas agar bibit yang dibagi bisa banyak karena harganya terjangkau. Serta saat ini sedang tren menanam pohon sengon sebagai pengganti tananaman singkong yang harga hasil panennya rendah sekali.
Tegalharjo.co.id -- Pati, Minggu 24/9/2017 L university sebuah program kelompok belajar komputer di launching. Bertempat di rumah Achmad Munandar warga RT. 01 Rw. 05 Dukuh weron Desa Tegalharjo Kabupaten Pati.
Dalam penjelasanya, kelompok belajar ini bertujuan memperkenalkan dan melatih anak-anak sekitar tentang komputer dan keterampilan di dalamnya, menulis, desain grafis, kedepan juga harapanya bisa memberikan pelatihan editing video dan fotografi sederhana.
Mengapa dipilih komputer? Nandar sapaan pemuda gempal ini mengatakan alasanya bahwa anak-anak sekitar jarang bahkan ada yang belum pernah memegang dan mengenal komputer. Bahkan ada peserta yang sduah duduk di bangku SMP dan mendapat pelajar TIK tetapi belu pernah praktek. Ia juga menambahkan komputer hanya jalan masuk awal saja, ia bercita-cita kelak akan ada bnyak kegiatan belajar mengajar atau sharing tentang aneka ilmu dan keterampilan.
Launching diisi dengan tasyakuran jajan pasar dan didoakan oleh tokoh setempat, mbah Ngaspan. Beliau juga berpesan agar kegaitan ini dijalankan dengan sebaik-baiknya dan mendoakan agar bermanfaat bagi sekitar.
Sebelum mengakhiri diskusi, Nandar menyebutkan salah satu inspirasi dibuatnya program ini adalah dari DOES University, sebuah program sekolah gratis untuk animasi yang diinisiasi oleh mas Erik Soekamty dan band Endank Soekamty.
Untuk pendanaan, program ini didukung penuh oleh Loetju Foundation, sebuah divisi nirlaba dari Loetju.com serta partisipasi sponsor perorangan. Untuk teknis pelaksanaan sebagai pembimbing Nandar yang setiap hari bekerja di Semarang akan berkolaborasi dengan pemuda pemudi setempat.
"secara sederhana, kami ingin berusaha memberi manfaat dan pengabdian untuk tanah kelahiran dan masyarakat sekitar, saat ini maasih sangat sederhana dan kecil tetapi semoga saja Allah Swt meudahkan dan program ini bisa benar-benar memberi manfaat" tutupnya.
menarik sekali ya sobat Campsunesia, yang ingin tahu lebih banyak tentang L university cek Di Sini.
Tegalharjo.co.id -- Kamis 3 maret 2016, tidak banyak yang berbeda dari hari-hari biasanya. setelah makan siang saya berangkat mengambil pesanan stiker cutting di daerah mataram. Gerimis mengiringi perjalanan sore itu. Menjelang ashar saya kembali ke tembalang.
Tepat di depan SMA Sedes semarang, saya yang sedang menyeberang jalan tiba-tiba datang dari arah selatan sebuah motor dan ..Brak..motor itu menabrak saya dan bergulingan. Beruntung saya sedang berhenti jadi tidak sapai adu banteng. Saya jatuh tertimpa motor, merasa tak kuat bangun saya menunggu orang disekitar membantu.
Satpam SMA Sedes, tukang parkir dan warga membantu saya bangun yang tertimpa motor, reflek saya coba melihat sekujur badan, alhamdulillah tak banyak yang lecet. tetapi begitu hendak bangun dan berjalan, tiba-tiba kaki ini tak kuasa menjadi pijakan. dan astagfirullah lutut kanan saya, ada apakah saya tak bisa berjalan.
Seketika pikiran ini memikirkan kemungkinan terburuk, patah tulang dan harus operasi, tiba-tiba saja pikiran ini teringat ibu dan jadi sedih luar biasa. Orang-orang yang ramai di sekeliling saya di pinggir jalan tidak begitu saya hiraukan apa saja yang dikatakan.
Dalam seperkian detik, pikiran ini kembali ke logika, cukup meratapinya..selanjutnya apa? minta dibawa ke rumah sakit terdekat? dibawa ke sangkal putung? atau bagaimana? kaki ini harus segera adi diagnosis dan mendapat penanganan agar segera sembuh.
Pikiran pertama yang terlintas adalah kang wasikun, tetangga saya yang selama ini banyak dimintai tolong oleh masyarakat ketika dapat musibah berkaitan dengan keseleo, patah tulang dll. kenapa kang wasikun? dari sekian orang yang punya kelebihan yang sama setahu saya beliau adalah pemilik metode paling halus dalam penanganan. keseleo, kejetit, dkk itu sangat sakit apalagi kalau diperlakukan dengan tidak halus.
Akhirnya saya segera menelpon ahmad dan udin teman dari tembalang, menceritakan kejandian dan minta segera dijemput. saya juga menelpon mas imron guru ngaji dan pemilik rental mobil khatlistuiwa, memesan 1 unit beserta driver untuk mengantar pulang.
Yang bertanya bagaiaman si penabrak? dia tidak mau bertanggung jawab. ngeyel, warga menyarankan di bawa ke polisi. tapi saya tidak peduli yang saya pikirkan saat itu saya harus segera mendapat pertolongan pertama dan tahu apa yang saya alami.
Berangkat dari semarang sekitar jam 5 sampai rumah di desa Tegalharjo dukuh Weron selepas isya, saya langsung menelpon kakak ipar. agar bersiap mengantar ke kang Wasikun. ibu dan mbak saya yang belum tahu apa yang saya alai syok.
Sesampainya di rumah kang Wasikun, dibantu tiga orang saya diiturunkan dari mocil. menangis menahan sakit dan begitiu disentuh langusng menangais histeris. saat itu lutut saya sudah bengkak dan memar akibat trauma dan posisi tidak bisa ditekuk atau diluruskan.
Kang Wasikun berusaha meluruskan kaki saya dan mengembalikan posisi sendi lutut yang bergeser. kemudian untuk menjaga posisi dibalut dengan perban elastis berwarnacoklat.
Kata beliau, sendi lutut saya geser akibat benturan keras. dan harus dikembalikan dulu ke posisi semua, paling tidak harus bedrest sebulan untuk pemulihan dan harus latiahn jalan lagi.
Sambil tersedu-sedu sama bertanya apakah harus dibawa kerumah sakit? beliau menyakinkan insyaallah tidak perlu. dan apakah saya akan bisa jalan lagi? beliau menyakinkan insyaallah bisa. kata beliau apa yang saya alami ini termasuk parah,tapi beliau menyakinkan ada yang pernah lebih parah. beliau mengatakan "istirahat dulu untuk sementara biasanya juga jarang di rumah lama-lama kan?" sambil tersenyum.
Sejak malam itu, beliau rutin, 4 hari hingga seminggu sekali mendatangi saya untuk kembali terapi dan melatih berjalan. Dengan penuh ketelatenan dan yang paling saya suka adalah metode yang sangat halus, bahkan untuk orang yang tak tahan sakit seperti saya.
Untuk latihan jalan, saya diberikan saran dengan menggunakan kursi plastik sebagai pegangan layaknya lansia, tidak boleh meggunakan kruk. Kenapa? karena kalau dengan kruk kaki akan mengantung. bagaimanapun karena posisi di lutut sebagai tumpuan kan butuh waktu yang tidak sebentar dalam pemulihan.
27 maret dengan banyak pertimbangan saya kembali ke semarang, karena ada tanggung jawab usaha Loetju dan pendaftaran kuliah ponakan yang terkahir hari itu. Semalan saya tidak bisa tidur karena kondisi sebenarnya belum bisa berjalan. Pagi-pagi sekali sebelum rombongan beranggkat ke semarang kang wasikun datang. waktu itu beliau bilang bahwa pagi ini juga kamu harus bisa berjalan.
Saya diminta jalan tanpa alat bantu dan orang yang menuntun, saya bilang "ora iso kang.."beliau bilang "sio-iso, kowe kudu iso, nek geser maneh aku sing tanggung jawab". agedan ini mirip kayak di film-film motivasi. musuh terbesar saat itu bukan cidera yang saya alami tetapi mental blok, ketakutan untuk kembali berjalan. Satu langkah maju dan ...(dengklung) dengan tertatih saya melangkah untuk pertama kalinya tanpa alat bantu dan seterusnya hingga 2 meter.
Semua keluarga yang melihat moment itu di ruang tamu tersenyum dan tertwa lebar setelah sebelumnya tegang, saya pun tak terasa berkaca-kaca ya Allah aku bisa jalan lagi. dan kang wasikun tersenyum, beliau berpesan di semarng jalan diforsir dulu, tetap latihan berjalan dan hari-hati naik turun tangga.
Hingga hampir 6 bulan saya baru bisa menekuk lutut saya untuk jonggkok artinya hampir 6 bulan harus sholat dalam posisi duduk dan dikamar mandi. ibu saya sampai membuatkan kursi khusus untuk di kamar mandi.
Matur nuwun kang wasikun, kulo mboten saged bales nopo-nopo, mugi-mugi tansah pinaringan sehat wal afiat, segala kebaikan panjengan dibales kalih gusti Allah. amin ya robbal 'alamin.
Apabila ada pembaca yang sedang kena musibah yang serupa atau seputar keseleo dll, barang kali untuk ikhtiar bisa datang ke rumah kang wasikun di dukuh weron, desa tegalharjo kec. trangkil kabuten pati. Video Inspiratif
Tegalharjo.co.id -- Tegalombo Kamis 13 Juli 2017, warga dukuh galombo desa Tegalharjo mengadakan helatan Galombo Bersholawat dalam rangka Halal bi Halal syawal 1438 H.
Acara ini dihadiri oleh Habib Ali Zainal Abidin Assegaf dari jepara dan Hadroh Hubbun Nabi dari Pati Selatan.
Ketua panitia Ust. Rozikan dalam sambutan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telat mendukung terselenggaranya acara ini.
Sebelum acara inti, didahului dengan Tahlil bersama yang dipimpin oleh Bapak Kiyai Haji Ali Mahmudi.
Hadir juga jajaran Koramil dan Polsek Kecamatan Trangkil. Ibu Rohana Sulistyaningrum Kapolsek Trangkil dalam sambutanya mengucapkan terimkasih atas undangan dari peneyelenggara dan berpesan agar masyarakat dan jamaah bisa menjaga ketertiban serta berpesan agar dalam berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang atau keramaian untuk bisa saling menahan diri dan tidak ada miras.
Tegalharjo.co.id -- Dukuh Weron. Rabu 12 Juli 2017 Ikatan Remaja dukuwh weron atau IRON menggelar halal di halal dalam suasana syawal yang di meriahkan dengan pagelaran musik Dangdut bersama orkes melayu New Bintang Yenila.
Tampak beberapa artis dari berbagai daerah kudus, jepara dll bahkan ada artis cowok ciliknya juga.
Nampak hadir kepala desa Tegalharjo Bpk Ahmad Pandoyo. Dalam sambutan singkatnya beliau mengapresiasi komitmen pemuda dan warga untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan khususnya hiburan sehingga ijin keramaian dari pemerintah kabupaten bisa dikeluarkan. Beliau juga mengapresiasi semboyan bersama "Tunggal Buyut ojo Ribut ojo Gelut" artinya pada dasarnya generasi saat ini adalah keluarga besar dari nenek moyang yang sama, tali persaudaraan dan silaturahim harus senantiasa dijaga dan dipererat. Sebelum mengakhiri sambutan beliau mengingatkan bahwa dalam waktu dekat juga akan digelar pagelaran Wayang, kethoprak serta Sholawat dan Pengajian dalam rangka Sedekah Bumi.
Warga antusias menikmati hiburan. Penulis tidak ada di lokasi, tetapi bahagia sebagai warga weron bisa menyaksikan live lewat youtube streaming.
Live Streaming via youtube, silahkan klik tumbnail di bawah ini
penulis: Kang Mad sumber : video dari channel ONK Live Streaming Channel dan Dokumentasi dari Hastina Shooting.
Tegalharjo.co.id -- Ketika dewasa bahkan beranjak tua, salah satu hal indah yang bisa dilakukan adalah mengenang masa-masa indah waktu kecil, hidup bagai tanpa beban, Selalu menjalani hari-hari dengan penuh senyuman. Indah sekali.
Redaksi kali ini akan berbagi nostalgia waktu kecil dengan sederet daftar tempat jajan, dan jajanan jadul yang dahulu rasanya nikmat sekali. Ada kebahagianya yang tak tergantikan kala itu.
Sebagai informasi penulis masuk SD tahun 1995 dan lulus tahun 2001, masa-masa masih masuk generasi 90-an dengan segala hal jadulnya. Di mana saja penulis biasa jajan waktu kecil dan apa saja jajananya, yuk kita simak daftarnya.
1. Mbah Man
Saya lupa nama lengkap beliau, tetapi yang saya ingat beliau warga weron tengahan. Berjualan kerupuk dan biasa berkeliling saat sore sampai malam. Punya tempat mangkal angkruk keil di belakang musholla pak Syarif kidulan.
2. Gethuk Telo Alit mbah Rasini
Gethuk telo yang terkenal karena rasanya yang nikmat dan alit. Ditaburi toping serondeng parutan kelapa yang gurih, rumah beliau di belakang musollah mbah Sukiman.
3. Mbah Parmi
Beliau biasa mangkal di samping rondan (pos kampling) perempatan weron. Jajanan pasar, krupuk dan Ogo (biji-bijian). Agak siang biasanya karena sepulang dari pasar jalan kaki dengan rute desa Tanjung rejo (gotanjung) di temani suami terinta alm. Mbah Ngaiman yang mikul barang belanjaan.
4. Mbah Rasemi
Khas dengan bakul tereng (sayur dan lauk pauk) tak lupa jajanan untuk anak-anak. Favorit penulis adalah krupuk mbak yang harganya 100 perak, lepet jagung, bakwan jagung, apem, gempol asin dan jagung rebus. Anak-anak ramai pas hari libur atau libur atur wulan. mbah Rasemi biasa mangkal di ruah pak bayan weron dan akan keliling saat siang.
5. Mak Har
Lokasi daerah weron kidulan, jajan yang sering dicari adalah Sitrun (semacam tepung yang rasanya asem kayak buah), ndog Cecek (kedelai dibalut lapisan coklat) kalau sekarang kayak marble lah. Ada juga Lintingan (lotere) berhadiah Mie Instan dan mainan yang selalu dinanti. Oh ya ada juga Umbul (kartu bergabar kartun atau sinteron).
6. Lek Sudi
Bertempat di SD Tegalharjo 02 Tegalombo, ini khsus anak sekolah ya, jajananya ya aneka macam. Ramai saat pagi sebelum masuk kelas dan saat istirahat. Selain jajanan kadang juga ada Arem-arem bisa buat ganjel perut. Jangan lupa beli es Cemut atau es lilin.
7. Yu Waginah
Jualan di belakang puskesmas, dekat dengan SD Tegalharjo 02 dan TK Pertiwi Tegalharjo. Sejak TK sampai kelas 6 SD penulis pelanggan tetap, kadang jual mercon lombok juga. Yang kalau dinyalakan ledakanya terdengar seperti orang "ngepruk galar"
8. Nasi Gandul pak Rohadi
Kadang sebulan sekali bahkan kadang tak pasti dibeliin alm. Bapak nasi gandul ini, lokasi dukuh Tegalombo. Rasa nikmat dengan nasi yang gak begitu pero. Tentu saja harga sangat terjangkau.
9. Nyi Podhi
Menjual menu sarapan, nasi dan lontong buka saat fajar dan sore hingga malam. Kenangan yang tak terlupakan adalah ketika hari minggu pagi-pagi digendong alm. Bapak sarapan di warung mbah Podhi. Menu favorit tentu saja Kopi Hitam he he sampai ketagihan. Selepas sarapan main di rumah sahabat di tengahan Tyo dan Ari sampai siang.
10. Mak Kandar
Lokasi Weron, menu andalan Es Gempol asin dan manis, Rujak kulub, Es Cao dan Bakwan.
11. Mak Jinah Identik buka sore hingga malam di hari biasa mangkal di tanjakan kidulan deket musholla pak syarif, jajanananya khas Semangka, Jeruk dan Telur Asin. Mak jinah juga biasa "mpremo" bila ada acara-acara tertentu sperti sedekah bumi atau kethoprak. Hingga sekarang mak Jinah masih eksis bisa ditemui di TPQ asjid Ketekputih ada juga jajanan Sosis dan telur gulung sekarang.
12. Dele Godhok pak Sarmani Kedelai yang direbus, beserta batangnya dan disajikan dengan ikatan, kalau gak salah 1 ikat kedelai rebus 200-500 rupiah dulu. Tiap Sore beliau berkeliling dengan sepeda dan 2 kerangjang di belakang lengkap dengan Uplik lengo potro dengan sumbu besardari kaleng bekas susu kental manis. Enak sekali menikmati kedelai godhog di sore hari.
Itu tadi nostalgia tempat jajan dan jajanan waktu kecil di Tegalharjo, Indah sekali. Beberapa dari nama yang penulis sebutkan sudah wafat. Dalam kesempatan mari kita kirimkan bacaan Al Fatihah, semoga amal ibadah beliau-beliau diterima di sisi Allah Swt dan diampuni segala dosanya, amin. dan untuk yang masih gesang, mugi tansah pinaringan sehat wal afiat, amin.